CONTOH ARTIKEL



Pendidikan Karakter, Tumbuhkan Semangat Belajar Siswa Multimedia

Oleh:
Reni Wulandari,S.Pd
Guru Multimedia, SMK N 1 MIRI, Sragen

Pendidikan karakter saat ini menjadi wacana utama dalam dunia pendidikan nasional di Indonesia. Selain itu pendidikan karakter juga bertujuan untuk membentuk bangsa yang memiliki jiwa yang patriotik atau suka menolong antar sesama, berkembang secara dinamis, beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Pendidikan karakter merupakan usaha sadar  dan terencana di dalam mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan juga pembudayaan peserta didik untuk membangun karakter pribadi yang baik. Sehingga tercipta menjadi suatu bangsa yang tangguh, berwawasan, bermoral dan memiliki akhlak yang baik. Fungsi pendidikan karakter yaitu untuk mengembangkan potensi dasar seorang anak agar berhati baik, memiliki perilaku yang baik serta berpikiran yang baik.
Dalam pendidikan formal dilaksanakan secara berjenjang dan dalam pendidikan tersebut mencangkup pada pendidikan umum, akademi, profesi, evokasi, kejujuran dan keagamaan. Dengan pendidikan tersebut, maka peserta didik akan dibekali berbagai macam ilmu yang dapat di praktekkan langsung dalam kehidupan nyata. Di dalam pelaksanaan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui jenjang pendidikan yang diimplementasikan pada sebuah kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang memuat pelajaran secara normatif, produktif, adaptif, muatan lokal, dan juga pengembangan diri.
Berikut ini beberapa nilai pendidikan karakter dan budaya serta indikator keberhasilan sekolah dan kelas diantaranya adalah a) religius yaitu sikap dan perilaku yang patuh dalam menjalankan ajaran agama yang dianutnya, memiliki sikap toleran terhadap pemeluk agama lain serta hidup rukun dalam bermasyarakat dengan pemeluk agama lain, b) jujur yaitu memiliki perilaku yang didasarkan pada upaya yang menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya baik dalam perkataan, tindakan maupun perbuatan, c) disiplin yaitu sebuah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh terhadap semua peraturan dan ketentuan yang berlaku, d) kreatif yaitu berpikir dan melakukan sesuatu agar bisa menghasilkan cara baru dari kemampuan yang dimiliki, e) mandiri yaitu memiliki sikap yang tidak mudah tergantung dengan orang lain untuk menyelesaikan masalah atau tugas – tugas yang dihadapi, f) demokratis yaitu menciptakan cara untuk berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama antara hak dan kewajiban terhadap dirinya dan orang lain. Memang dibutuhkan langkah dan strategi yang besar untuk mewujudkan bangsa yang berkarakter, karena hal itu akan berpengaruh terhadap pembangunan bangsa.
 Dalam hal ini pendidikan karakter kami implementasikan pada pelajaran produktif multimedia, diantaranya yaitu religius. Sebelum pembelajaran dimulai kami secara rutin untuk berbagi pengalaman tentang keagamaan. Peserta didik melaksanakan sholat dhuha dan membaca satu lembar Alquran bagi yang beragama islam, karena jam pelajaran produktif berlangsung lama sekitar tujuh jam.  Pendidikan karakter yang lainnya jujur, sebagai contoh peserta didik kami suruh dalam seminggu mencatat pekerjaan yang dilakukannya, baik itu pekerjaan yang bermanfaat maupun tidak bermanfaat bertujuan agar bisa instropeksi diri. Selain itu kami terapkan kedisiplinan, setiap masuk ruang lab multimedia, peserta didik langsung menempatkan diri urut sesuai no absennya, jadi siswa yang tidak ada , terlambat akan kelihatan. Pendidikan karakter selanjutnya kreatif yaitu peserta didik mengutarakan pikiran atau imajinasi sesama teman sekelasnya dan dikembangkan menjadi hasil karya, contoh pembuatan  leaflet, brosur, video, media pembelajaran interaktif. Semua kegiatan dalam proses kegiatan belajar mengajar saat ini harus merujuk pada pelaksanaan pendidikan karakter. Tujuan dari pendidikan karakter yaitu untuk membentuk bangsa yang tangguh, bermoral, bertoleransi, berakhlak mulia, bekerja sama atau bergotong royong. Itu artinya begitu pentingnya pendidikan karakter atau pendidikan moral untuk membangun jati diri sebuah sekolah.








Komentar